Sabtu, 27 Juni 2015

I Was Born to be Backpacker

I Was Born to be Backpacker

Beruntung banget gw dilahirkan dari pasangan abah dan umi dimana kedua orang tua gw sama-sama anak perantauan. Dari situlah akhirnya tulang-belulang diwariskan, darah-marunda dialirkan, dan daging-menungging diturunkan. Jadilah gw yang awalnya dari setetes air hina. Bersyukur banget gw dilahirkan didunia ini untuk melihat keajaiban alam. Subhanallah...

Kisah kecil gw gak banyak bisa diceritain, seinget gw dulu waktu kecil gw paling suka nangis dan bobo. Nagis-bobo-nagis-bobo-ngedooot. Cuma itu doang. Gw bosen masa kecil gw gitu-gitu doang. Akhirnya gw braniin diri untuk pergi ke gunung bromo. Gw lupa saat itu gw berumur berapa tahun. Yang gw inget dari keindahan bromo, yaitu pas malem hari jam 2 malem gw sempet gak bisa napas saat mendaki gunung. Akhirnya gw Cuma stop sampe diwarung dan menikmati pisang goreng, akan tetapi nyokap dan bokap gw berhasil melihat sunrise.

Untuk pertama kalinya gw menunggang kuda sendirian. Iya sendirian disaat anak-anak kecil lainnya maen perahu-perahuan, kapal-kapalan, dan mobil-mobilan,. Tapi gw punya maenan sendiri.  waktu kecil maenan gw menunggang kuda di Bromo. Iya kuda, lu gak salah denger kok. Ini buktinya.


Foto gw di Gunung Bromo, masih imut-imut. Kangen deh sama kudanya

Selain itu, untuk kepuncak gunung bromo. Lu bakalan ngelwatin 250 tangga sampai ke puncak gunung. Teksture tangganya itu sendiri dengan kanan dan kiri adalah tangga sungguhan sedangkan ditengahnya untuk penyanda disabilitas yang biasanya datar keatas. Sumpah gw capek banget pas naek. Nah pengalaman gw yang paling ngeselin. Waktu itu gw sempet kedinginan pas naek tangga. Akhirnya gw minta minyak angin sama nyokap. Gw duduk ditangga dan istirahat sambil membuka tutup minyak angin untuk gw usep-usep diperut.  Gw lupa dan gak kepikir kalo tutup minyak anginnya itu gw taro di tangga dissabilitas yang datar dan miring. Akhirnya tutup minyak angin itu menggelinding kebawah dan gw turun lagi kebawah sambil ngejer minyak angin, dan kelaaarrr gw ngulang lagi naek tangga dari bawah.


Foto tangga ke puncak bromo, gw duduk ditangga dan gw meletakkan tutup minyak angin di tengah-tengah tangga. Kelaaar, tutup minyak anginnya menggelinding kebawah dan gw ngejer-ngejer sampe kebawah


Ya bagaimanapun juga tetap aja pergi ke bromo adalah pengalaman yang asik dan sulit buat gw lupain. Bercengkrama dengan alam adalah fitrah dari manusia itu sendiri diciptakan. Bukan mulu-mulu hanya sekedar bermain gedget atau bermain Play Station saat kecil dan menyendiri dikamar. Biasakanlah kita banyak-banyak mengenal alam luar, bukankah belajar yang menarik adalah belajar dengan alam? 

Introduce My Self

Hallo bro, kenalin ya nama gw Muhammad Hasan Albanna. Klo dirumah gw biasa dipanggil bana, tapi kalo anak unindra biasanya manggil gw Al. Beda lagi kalo temen-temen sekolah dari SD sampe gw kuliah di Unlam, mereka biasa manggil gw Steven William a.k.a Hasan.

Dulu waktu zaman-zaman SMA gw sempet aktif banget ngeblog. Saking banyak orang yang baca blog gw, sampe-sampe gw banyak dikasih masukkan dan cacian dari abang gw, kalo tulisan gw dulu kaku banget tulisannya kaya robot gedek zamannya Kahlil Gibran. Kali ini gw pengen dekor blog gw alias gw pengen update baik itu gaya bahasa maupun resolusi di blog gw supaya lebih kece.

Pengen tau kesibukkan yang biasanya gw lakuin selama ini? “gak mau san”

Yaahh kalo gak mau mending di close aja lah blog gw. Kalo yang masih penasaran, silahkan cek this out.  

Sabtu, 23 Agustus 2014

Adab manusia dengan penyandang distabilitas

Pada dasarnya Tuhan adalah Sang Pencipta segala Makhluk kehidupan di alam semesta baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Tuhan yang Maha Sempurna inilah dimana segala ciptaannya pastilah mengandung hikmah dari segala penciptaannya untuk menjadikan kita tetap bersyukur dan tawaddu atau tunduk kepadaNya. Maka dari itulah sudah sepantasnya kita sebagai manusia harus konsisten berdzikir ataupun beribadah kepada Tuhan sebagai wujud makhluk ciptaanNya .

Adapun makhluk ciptaanNya seperti manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan merupakan karya seni tiada tara yang tidak dapat dibuat oleh sesuatupun, kecuali Allah SWT. Tuhan yang memiliki karya seni Tertinggi sudah sepantasnya kita mengagungkanNya.

Begitupun juga dengan penyandang distabilitas. manusia yang dianugrahkan sebagai makhluk yang paling sempurna seharusnya memiliki akal dan hati nurani terhadap makhluk lainnya termasuk dengan penyandang distabilitas. Namun, dalam hati kecil kita sering sekali terlontarkan kalimat yang tidak manusiawi "manusia cacat" entah itu mengungkapkannya secara langsung dari lisan baik itu berbicara dengan didepannya atau berbicara dibelakangnya. atau bahkan kita hanya mengucapkannya hanya didalam hati ditakutkan menyakiti hati penyandang distabilitas tersebut.

Ketahuilah, bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Sempurna tidak mungkin menciptakan karya seninya dengan cacat. apalagi menciptakan manusia dengan tidak sempurna.

Kata "penyandang distabilitas" adalah kata yang pantas kita ucapkan untuk makhlukNya dimana manusia memiliki keunikkan tersendiri yang tidak dimiliki oleh makhluk pada umumnya.

Sudah sepantasnya kita sebagai manusia harus memikirkan nasib penyandang distabilitas. seperti tidak memperolok-oloknya demi menjaga hatinya agar tidak tersakiti. atau bahkan kita sama-sama bergotong royong untuk memikirkan dan membangun fasilitas bagi penyandang distabilitas seperti tangga khusus jalur penyandang distabilitas atau sekolah khusus penyandang distabilitas.

Jika kita sebagai manusia tergerak hatinya untuk membatu sesama manusia, itu adalah salah satu hikmah dari Tuhan, " mengapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda". dan itu sama saja dikatakan sebagai manusia yang terus berdzikir dan beribadah untuk mewujudkan rasa syukurnya dan tawaddu (tunduk) kepada Tuhan yang Maha Sempurna.


ditulis oleh Muhammad Hasan Albanna, Banjarbaru, kalimantan selatan. 23 agustus 2014    


Senin, 11 Agustus 2014

Merantau itu Indah



"Merantaulah agar kau tahu mengapa kau pulang". pepatah kuno itu emang deh udah melekat banget dijiwa gue. gue baru sadar pengalaman merantau gue selama setahun udah punya banyak banget cerita yang sulit sekali diungkapkan lewat kata-kata. Dari pengalaman gue yang paling membingungkan, kebersamaan, kebahagiaan, kesedihan, homesick, dan dikhianati sekalipun.

Gak kabayang apa jadinya klo gue udah menginjak 4 tahun di daerah perantauan. mungkin gue harus tetep belajar gimana caranya menjadi orang yang tegar alias tahan banting dari segala permasalahan dimanapun dan kapanpun gue berada.

Ohya, kali ini gue pengen ceritaan berbagai macam pengalaman gue selama liburan dibekasi, iya lebaran tahun 2014 tepatnya. Beruntung tahun ini gue lebaran di rumah gue sendiri. oh, "my home sweet home". 

Begini ceritanya (biar kaya diacara Kismis)haha. awalnya emang gue rindu banget yang namannya "rumah", iya "rumah". kebetulan gue lagi ngekost di daerah Banjarbaru. Tiap kali gue pulang pergi Banjarbaru-Banjarmasin pastinya gue mengelewatin dan ngeliat Bandara Syamsuddin Nor. Nah, ekspektasi gue selama ngelewatin tu bandara, gile hati gue selalu bilang "Kapan ya pulang?".

Untungnya leberan kali ini tepatnya tahun 2014 gue melepas rasa rindu gue di Kota Patriot. Huh lega rasanya yang namanya melepaskan rindu yang kesampean. Itulah yang gue rasain dihari pertama dirumah setelah balik dari pergi merantau.

Hari kedua dan seterusnya, mulai deh ada rencana-rencana pengen melepas kangen sama temen-temen SMA gue dan temen-temen gue di pasar rebo, Jakarta untuk berkumpul bersama-sama. Alaah tapi kenyataannya itu cuma angan-angan doang. Yaiyalah jelas kegiatan gue dirumah full gak ada waktu luang untuk melepas rindu sama temen-temen gue. Klo lu mau tau kegiatan gue selama liburan, ya paling bantu nyokap bersih-bersih rumah sampe tangan gue kasar, sampe gak disuruhpun gue udah tanggap duluan apa yang mau dilakuin buat bersih-bersih. bukannya sok rajin bro, maklumlah lama-lama jadi punya naluri pembantu,hahaha



Oke lanjutin lagi cerita gue, pada akhirnya dihari yang udah dijanjikan tepatnya sesudah hari raya idul fitri, untungnya gue bisa nyuri-nyuri waktu untuk ketemu temen-temen SMA gue. Temen lebih dari sekedar temen yang gak langsung selalu memotivasi gue untuk berbuat yang lebih baik. Canda-tawa, curhatan, keluhan semua tercampur aduk menjadi satu padu dimana gue ngerasa semua utang yang udah gue rencanain terbayar lunas walau hanya beberapa jam bertemu. huhhuhu jadi sedih..., see you my friend. semoga kita bakal ketemu lagi dan menjadi orang yang bisa mempengaruhi dunia,aammiin

Hari berikutnya, seperti biasa gue bantu nyokap bersih-bersih. "kerja, kerja, dan Kerja" klo udah bosen atau males mending tidur aja deh, masa bodo. jangan dituru sifat gue ya bro..,hhe 


Ohya hampr aja gue lupa cerita, gini nih ceritanya. Sebelum gue pulang kebekasi, gue udah punya schedule, ya paling enggak selama liburan gue bisa ngelatih softskill lah di rumah, belajar matematika atau bahkan belajar software hysis maybe. makanya waktu gue bawa koper, itu isi bisa dibilang banyakkan buku dari pada baju, maklumlah mahasiswa melankolis yang mengejar ilmu alias bukan nilai. Tau gak sih bro..,haha itu buku pada akhirnya pas dirumah nggak  gue sentuh. Jujur gue nyentuh cuma sekali, iya "sekali" hahah. dalam hati gue, "ini berat-beratin koper aja, mending diisi baju baru dah,hhe.

Oke di hari-hari berikutnya, gue ngerasa deh yang namanya jenuh di rumah, biasanya gue ngomong. "kok di rumah gini-gini aja ya? mending dikostan bisa berkarya: nulis, belajar hal baru, dsb. 

"Kapan kamu pulang?" bokap gue nanya
dengan ngira-ngira gue jawab "Tanggal 10 Agustus aja bah"
"Oke tiket pesawat udah abah pesenin"

Mulai deh yang terbesit dibenak gue pengen lama-lama aja dirumah, tapi terkadang berubah pengen cepet-cepet ke banjarbaru. begitulah suasana gue dirumah, terkadang gue ngerasa bekasi dan banjarbaru keduanya udah jadi tempat yang nyaman bagi gue. Nyaman dalam artian, gue bisa bebas berkarya, bisa belajar banyak dan bahkan menemukan hal-hal baru yang belum gue ketahui sebelumnya. Bukanyan dikekang untuk menjadi ini dan itu, atau bahkan gue sedikit mengambil hikmah dari pengalaman maupun lingkungan ditempat gw berada.

Pas pada tanggal 10 Agustus 2014, gue meninggalkan kaki dari Bekasi ke Banjarbaru dengan pesawat Lion JT-0524 pukul 13:10 Wib. Pesawat yang datang ontime menjemput gue dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Syamsuddin Nor dengan waktu yang ditempuh 1 jam 30 menit. Gue melihat dari balik jendala kenangan yana penuh berarti dari kota kelahiran yang sangat melekat pada Ibu kota: Bekasi-Jakarta. Gue bakal kangen dengan itu. Kota yang telah membesarkan gue selama lebih dari dua windu. kota yang penuh cerita, kota yang penuh dengan segudang kepahitan disaat cita-cita gue belum tercapai, kota yang sesak, kota yang elegan, kota yang serba praktis, kota yang dimana penduduknya nggak pernah ngalah kalo lagi naek kendaraan bermotor, mungkin termasuk lu readers,haha. Atau bahkan kota penuh dengan cinta yang lugu? alaah, kalo gue ceritain semua tak lain cuma bisa jadi orang yang lembek, orang yang takut merantau. I must strong, I MUST STRONGER THAN BEFORE.
     
                           

Itulah segudang cerita pengalaman iburan gue. Dan tepat pada pukul 17:00 Wita alhamdulillah gue sampe di kostan dengan selamat. Dengan hari yang masih fitri, gue lupain semua kenangan pahit disini (wilayah perantauan in everywhere gimanapun kejadiannya) sekaligus mengingat-ingat kembali kenangan manis disini supaya makin betah.aamiin. 

Kini saatnya gue membuka lembaran baru disemester baru, mengevalusi bagaimana kedepannya, dan apapun rencanya yang tercantum dalam planing gue, hukumnya WAJIB dilaksanaiin walau sepahit apapun kondisinya. It's my principle you know?

Dan pada malam harinya gue bersih-bersih kamar kostan gue yang udah berdebu, bersihin buku yang udah usang. walau gue masih capek dan pegel-pegel, dengan kondisi kamar setengah dari kaya kapal pecah, gw lebih baik istirahat daripada ngelanjutin bersih-bersih,hhe

Sabtu, 06 April 2013

Tuhan Izinkanlah Aku Hijrah

Disaat hati ini gelisah, disaat hati ini bimbang, dan disaat mimpi dan cita-cita belum tercapai, nampaknya saya harus keluar dari zona aman. ya saya harus hijrah, hijrah, dan hijrah di tempat perantauan tanah orang

Minggu, 03 Maret 2013

Bruno Mars

IT WILL RAIN


If you ever leave me, baby,
Leave some morphine at my door
'Cause it would take a whole lot of medication
To realize what we used to have,
We don't have it anymore.

There's no religion that could save me
No matter how long my knees are on the floor (Ooh)
So keep in mind all the sacrifices I'm makin'
To keep you by my side
To keep you from walkin' out the door.

'Cause there'll be no sunlight
If I lose you, baby
There'll be no clear skies
If I lose you, baby
Just like the clouds
My eyes will do the same, if you walk away
Everyday it'll rain, rain, ra-a-a-ain

I'll never be your mother's favorite
Your daddy can't even look me in the eye
Ooh, if I was in their shoes, I'd be doing the same thing
Sayin' "There goes my little girl
Walkin' with that troublesome guy"

But they're just afraid of something they can't understand
Ooh, but little darlin' watch me change their minds
Yeah for you I'll try, I'll try, I'll try, I'll try
I'll pick up these broken pieces 'til I'm bleeding
If that'll make you mine

'Cause there'll be no sunlight
If I lose you, baby
There'll be no clear skies
If I lose you, baby
Just like the clouds
My eyes will do the same, if you walk away
Everyday it'll rain, rain, ra-a-a-ain

Oh, don't you say (don't you say) goodbye (goodbye),
Don't you say (don't you say) goodbye (goodbye)
I'll pick up these broken pieces 'til I'm bleeding
If that'll make it right

'Cause there'll be no sunlight
If I lose you, baby
There'll be no clear skies
If I lose you, baby
And just like the clouds
My eyes will do the same, if you walk away
Everyday it'll rain, rain, ra-a-a-ain


COUNT ON ME


Oh uh-huh
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you

Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

[Chorus:]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah

[Verse 2:]
If you're tossin' and you're turnin'
And you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Every day I will remind you

Oooh
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

[Chorus:]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh yeah, yeah

You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go, never say goodbye
You know...

[Chorus:]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
You'll be there
'Cause that's what friends are supposed to do, oh yeah
Ooooooh, oooohhh

You can count on me 'cause I can count on you


LOOKED OF HEAVEN


One, two, one, two, three

Oh yeah yeah
Oh yeah yeah yeah
Ooh!
Oh yeah yeah
Oh yeah yeah yeah
Ooh!

Never had much faith in love or miracles
Never wanna put my heart on the line.
But swimming in your world is something spiritual
I'm born again every time you spend the night

Cause your sex takes me to paradise
Yeah your sex takes me to paradise
And it shows, yeah, yeah, yeah
Cause you make feel like, I've been locked out of heaven
For too long, for too long
Yeah you make feel like, I've been locked out of heaven
For too long, for too long

Oh yeah yeah yeah
Ooh!
Oh yeah yeah
Oh yeah yeah yeah
Ooh!

You bring me to my knees
You make me testify
You can make a sinner change his ways
Open up your gates cause I can't wait to see the light
And right there is where I wanna stay

Cause your sex takes me to paradise
Yeah your sex takes me to paradise
And it shows, yeah, yeah, yeah
Cause you make feel like, I've been locked out of heaven
For too long, for too long
Yeah you make feel like, I've been locked out of heaven
For too long, for too long

Oh oh oh oh, yeah, yeah, yeah
Can I just stay here
Spend the rest of my days here
Oh oh oh oh, yeah, yeah, yeah
Can't I just stay here
Spend the rest of my days here

Cause you make feel like, I've been locked out of heaven
For too long, for too long
Yeah you make feel like, I've been locked out of heaven
For too long, for too long

Oh yeah yeah yeah
Ooh!
Oh yeah yeah
Oh yeah yeah yeah
Ooh!

GRENADE

 

Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all
But you never give
Should've known you was trouble
From the first kiss
Had your eyes wide open
Why were they open?

[Pre-Chorus:]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is...

[Chorus:]
I'd catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

No, no, no, no

Black, black, black and blue
Beat me 'til I'm numb
Tell the devil I said "Hey" when you get back to where you're from
Mad woman, bad woman
That's just what you are
Yeah, you smile in my face then rip the brakes out my car

[Pre-Chorus:]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is...

[Chorus:]
I'd catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

[Bridge:]
If my body was on fire
Oh, you would watch me burn down in flames
You said you loved me, you're a liar
'Cause you never ever ever did, baby

[Chorus:]
But, darling, I'd still catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

No, you won't do the same
You wouldn't do the same
Oh, you'd never do the same
Oh, no no no

Sabtu, 02 Maret 2013

Kisah berbisnis Part 1

Bagiku menekuti dalam bidang berbisnis adalah hal yang menarik asalkan kita punya tujuannya sebelum menekuni bisnis tersebut. Memang untuk menekuni bisnis yang bakal kita jalankan terlihat mudah, tapi tahukah kau kawan saat-saat kita sudah menjalankannya pasti kita akan menghadapi berbagai macam rintangan yang harus kita lawan. Rintangan itu bisa berupa rasa malas yang ada pada diri kita untuk melanjutkan berbisnis dan bahkan bisa jadi ada competitor yang ingin menyaingi kita dalam berbisnis.Itulah pengalaman yang bisa aku ambil disaat menjalankan bisnis dimasa-masa SMA yang akan kuceritakan padamu kawan.

Pengalaman itu semua mulai aku petik saat aku duduk dibangku kelas 3 SMA. Tidak munafik memang saat aku duduk dibangku kelas 3 SMA aku merasa terbeban sekali dengan masalah financial mulai dari besarnya biaya SPP, ditambah dengan biaya jam tambahan untuk persiapan UN, belum lagi bayar LKS, buku paket yang harganya tidak sedikit, lalu ada lagi persiapan untuk bayar perpisahan, kemudian buku tahunan, dan masih banyak lain. Aku merasa biaya-biaya tersebut sangat membebankan orang tua, hingga aku tidak jarang merasa segan jika aku meminta uang kepada orang tua yang nominalnya tidak sedikit. Awalnya aku berpikir untuk menabung menabung dan menabung, tapi nyatanya solusi itu tidak membuahkan hasil. Uang yang ku miliki tetap segitu-segitu saja dan kebutuhan yang aku punya bejibun banyaknya. Dan Aku masih tetap segan jika aku minta kepada orang tua yang kerap kali ada saja tagihan dari bendahara dikelasku, belum lagi uang kasku nunggak selama dua bulan,hehehe.

Jika aku hanya mengandalkan untuk menabung saja memang tidak cukup karena kebutuhan lebih besar daripada alat pemuas. Makanya aku seringkali mengukur prioritas yang mana dulu yang harus dipenuhi. Dengan menabung saja aku rasa masih kurang sebab uang tidak mampu bertambah yang ada malah berkurang secara diam-diam dan akhirnya habis begitu saja.

Akhirnya solusi itu aku putuskan merupakan solusi yang gagal dan aku harus berpikir memutar otak lagi untuk menemukan solusi yang jitu. Pada malam yang kelam disaat aku sedang belajar untuk mempersiapkan UN, tiba-tiba kakakku menghampiriku dan menyarankanku untuk berbisnis di sekolah

“Ban, lu mau jualan gak di sekolah? Nanti gw modalin” kakakku mengajakku berbisnis

“ah jualan apaan nih?” aku bertanya-tanya penasaran

“ ya jualan snack-snack aja, harganya Rp2000-an, nanti lu jual di sekolah Rp3000-an, kan lumayan untung seribu,heheh” kakakku memberikan saran yang cemerlang sambil tertawa

“emang dimana beli snacknya?” aku bertanya lagi ingin mencari tahu

“ gak jauh kok dari sini, di Wisma Asri” kata kakakku

Aku berpikir-pikir sejenak, jika aku dengan dengan rajin menjual dua puluh pcs dalam sehari, paling tidak tidak aku sudah punya uang Rp 20.000 di kantongku, jika aku dengan rajin menjualnya dalam seminggu atau bahkan sebulan, oh aku sudah tidak lagi memikirkan beban bayaran-bayaran yang ada disekolah dan aku juga tidak perlu segan-segan lagi minta uang dengan orang tua karena mudah-mudahan aku bisa membantunya dengan hasil usahaku sendiri.

Saat itu juga aku merasa diberikan ilham oleh Allah supaya aku belajar berbisnis. Tidak membuang-buang waktu, pada malam itu juga aku belanja di Wisma Asri Bersama kakakku, kakak Mahbub namanya.

Kak Mahbub memberikan modal untukku sebesar Rp 60.000 dan langsung membelanjakan snacknya sebanyak 30 pcs. Dan saran dari kak Mahbub jika nanti akan balik modal, maka aku segera membelanjakannya lagi, dan begitu seterusnya.

Setelah aku belanja di Wisma asri rasanya aku tidak sabar untuk jualan dikelas, mungkin lucu kali ya untuk pengalaman pertamanya aku jualan di SMA,heheh. Duh nggak sabar rasanya untuk bertemu hari esok.heheh

*

Keesokan harinya saat matahari mulai menampakkan cahaya surya dari ufuk timur, aku bergegas untuk berangkat sekolah dan tak lupa aku membawa snack yang akan ku jual sebanyak 20 pcs dengan plastic hitam yang besar.

Saat aku tiba di sekolah, plastic hitam berukuran besar dengan setia ku tenteng kearah kelasku. Dan aku disambut dengan meriah oleh teman-temanku di kelas

“Woooiii…, Hasan jualan sekarang” teriak salah satu temanku

“Wahh Hasan jualan sekarang, jualan apaan san?” salah satu temanku bertanya lagi

“Cieee Hasan jualan sekarang, bayar pajak dulu bisa kali san,heheh” celoteh ketua kelasku Ahmad

“Asiiikkk dahh Hasan jualan, beli dong san,hehhe” sambut temanku

Wahduh baru hari pertama jualan dikelas rasanya gokil abis, kelasku langsung ramai. Mungkin aku bisa dikatagorikan top trending topic di kelas #hasanjualansnack,heheh

Saat bel kedua berbunyi guruku keluar dari kelas dan waktu pergantian jam pelajaran. Tiba-tiba teman-temanku banyak sekali yang menghampiriku dan ingin tahu apa yang kujual.

“Wah ternyata Hasan jualan snack. Beli dong san gw yang pedes aja, harganya berapa?”Tanya temanku

“iya nih semua harganya Rp3.000-an” jawabku dengan ramah

“Wah Hasan beli dong san, beli dong san, beli dong san”
wah alhamdulillah tanpa kurencanakan akhirnya hasil jualanku laris juga, ini diluar rencanaku. Alhadulillah ya Allah.

Bahkan ada lagi temanku yang remes, “ Yaahhh ini mah beli di Wisma Asri yak? Harganya pasti Rp2.000-an kan? Wahh Hasan untung serebu nih,wkwkwk” temanku sambil tertawa.

Mendengar perkataan itu, aku tertawa kecil pura-pura tidak tahu. “ iihh bukan, salah, ada deh.., ini rahasia perusahaan,hahah” jawabku tidak mau kalah.hahahahah

Dikelas kami memang orang-orang nya terkenal dengan pebisnis, ada temanku yang benama Windu ia berjualan aqua botol dan snack-snack kecil. Ada lagi Nutty namanya ia juga jualan yoghurt dikelas. Saat aku jualan, tidak lama kemuadian temanku yang bernama Nadifa ikutan jualan nasi uduk. Dan tak mau kalah, ketua kelas dikelas kami Ahmad juga ikut jualan tas tenteng. Aduuuhhhh ini memang kelas pebisnis,heheh

Singkat kata hasil jualanku alhamdulillah terjual habis disaat jam istiharat tiba, snack yang aku beli laku keras ternyata. Sesuai dengan saran dari kakakku, akhirnya setelah pulang sekolah aku langsung membelanjakan snack dari hasil penjualan tadi. Begitulah seterusnya bisnis yang kutekuni selama di masa SMA.

Jujur saja kendala yang aku hadapi adalah melawan rasa malas yang selalu merasuki jiwaku, memang penyakit ini tidak ada obatnya bahkan di rumah sakit terbesar pun. Jika aku malas membelanjakan kembali dari hasil jualanku, maka bisnis tidak akan berjalan dan uang tidak akan mampu beranak.

Alhamdulillah ilham yang Allah berikan melalui kak Mahbub membuatku dapat meringankan bebanku dari banyaknya bayaran-bayaran di sekolah. Mulai saat itu juga aku jadi lebih sering menutup biaya-biaya di sekolah dengan uangku sendiri. Aku jadi tidak perlu segan lagi minta uang dari orang tua, ya paling tidak aku hanya minta uang benar-benar tidak aku mampu untuk membayarnya. Aku jadi bisa jajan apa yang aku mau, tidak seperti dulu aku harus menghemat tiga samapai empat hari tidak jajan,hehehe. Dan yang terpenting aku jadi tidak sering lagi minta uang kepada orang tua secara “bertubi-tubi” itulah yang terpenting yang membuatku seringkali  merasa segan jika meminta uang,heheh. Pasti ini juga pernah kau alamikan kawan?? Hayooo jujur saja, ya kan?ya kan?heheh

Dan yang terpenting lagi, hubunganku dengan teman-temanku menjadi akrab selama aku jualan. Dan yang terpenting lagi, dan ini yang paliiiiing penting sekali (#perasaan penting-penting melulu) iya emang ini yang paling penting, tapi ini jangan bilang siapa-siapa yak,hehhe : gebetan gw dikelas juga beli sama gw,heheheheh *yaaakkkk